Home » Puisi Dan Pantun » PUISI PATAH HATI KARENA CINTA

PUISI PATAH HATI KARENA CINTA

Tuesday, March 26th 2013. | Puisi Dan Pantun

Aduh kasihan sekali yang lagi patah hati. Bawaannya manyun terus. Sebentar-sebentar termenung sendiri. Pandangan kosong menatap langit-langit. Bahkan kadang sampai menitikkan air mata mengingat kekasih hati yang kini sudah tak ada lagi di sisi. Yaaah…begitulah kalo orang lagi patah hati, kasihan sekali. Tapi tak perlulah mengasihani diri berlebihan, patah hati ya patah hati saja, nanti pada waktunya juga akan ada seseorang yang memang cocok buat kita. Sekarang yang lagi patah hati, yuk nulis puisi patah hati, pas kan dengan suasana hati? Bisa dibilang menulis puisi patah hati bisa bermanfaat loh daripada galau ga jelas dan akhirnya menurunkan tingkat kewarasan kita.

patah hati
Kalo lagi patah hati tapi gak mau nulis puisi patah hati ya sudah..gimana kalo membaca puisinya saja daripada bengong kelamaan nanti malah jadi ayan kan bisa ngerepotin orang serumah dan tetangga satu RT. Nih, silahkan dibaca kumpulan puisi patah hati berikut ini. Isinya memang menyentuh hati apalagi kalo ada kata mutiara  serta kata bijak di dalamnya.
Semoga kumpulan puisi patah hati ini bisa bermanfaat buat kamu. Jangan risau buat yang lagi patah hati. Yakinlah kalau Tuhan telah menyiapkan seseorang yang tepat untuk kamu sebagai pasanganmu kelak. Dan jangan lupa ikuti semua konten menarik di blog ini ya.

 

Lupakan Hati Ini
saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku
tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku
semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi
tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku

 

Sayap-Sayap Patah by Kahlil Gibran

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…

Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…

Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..

Tertusuk duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..
Sedih yang Terlalu
Di penghujung hariku ini,
Tak juga bisa kutulis tepat
kesimpulan tentang perlakuanmu
Karena terlalu dalamnya kau menghilang
dalam lautan kemuna’anmu …
Kau jung-jung tinggi rasa egomu,
untuk sebuah kepuasan …

Tak juga kutemukan kebenaran itu
saat kau hadir dalam semu,
Hingga kasat dimataku …
Sedang yanng tersimpan hanya luka

Mungkin aku sebuah karang yang hanya diam
Saat kau menjadi ombak menerjangku tak henti,
dan egomu, juga semua yang kau lakukan,
membunuhku perlahan …
CINTA

Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..

Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..

CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..

CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..

Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..