Home » Uncategorized » Puisi Puisi Cinta

Puisi Puisi Cinta

Monday, March 11th 2013. | Uncategorized

 Puisi cinta yang berisi kata kata romantis memang dahsyat efeknya apalagi kalo diatasnya dikasih gambar romantis atau bisa juga gambar kata cinta. Si dia yang menjadi gebetan kita bisa menjadi klepek-klepek membaca puisi cinta yang kita tulis khusus untuknya. Puisi-puisi cinta melahirkan nuansa romantis bagi mereka yang sedang dimabuk cinta. Tapi jangan salah, puisi-puisi cinta bukan cuma untuk dua orang kekasih yang sedang jatuh cinta loh. Puisi-puisi cinta juga bisa tentang cinta anak kepada orang tua, pahlawan kepada tanah air, seniman kepada pekerjaannya dan sebagainya. Jadi puisi-puisi cinta banyak macam dan isinya tapi kesemuanya tampil dalam untaian kata yang indah mempesona, deretan baris yang memukau dan susunan bait yang menawan.

puisi puisi cinta

Puisi-puisi cinta dapat menjadi inspirai bagi pembaca. Buat para pasangan, puisi cinta juga bisa Anda berikan kepada orang tersayang ditemani tangkai bunga harum untuk menciptakan suasana yang mendukung. Coba saja dan lihat apa yang akan terjadi.

Nikmati puisi-puisi cinta nan indah dan menawan di blog ini dan biarkan inspirasi terlahir di benak Anda. Bukan tidak mungkin Anda akan menjadi pujangga hebat selanjutnya yang terlahir di muka bumi dengan berbagai karya puisi fenomenal.

Puisi-puisi cinta 1

“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan” (Kahlil Gibran)
——–

Puisi-puisi cinta 2

“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman” (Kahlil Gibran)
——–

Puisi-puisi cinta 3

Buat Sepasang Mata Tak Dikenal
Juwita,
Kalaulah kegandrungan yang kunyatakan ini menarik perhatianmu
Atau tak berarti apa-apa bagimu
Maafkanlah aku. Namun di matamulah
Dalam lindup bayangannya, suatu petang aku bersandar istirah
Dan sebentar terhantar dalam tidur yang indah.
Dalam ketenangannya kubelai bulan dan bintang-bintang
Kuanyam kapal khayal dari kelopak-kelopak kembang
Dan kubaringkan jiwaku yang lelah di sana
Kuberi minum bibirku yang dahaga
Dan kupuaskan gairah mataku yang mendamba

 

Puisi-puisi cinta 4

Juwita,
Waktu kebetulan kita bertemu sebagai dua orang asing yang bertemu
Dukaku pun berjalan juga di jalan itu
Telanjang, tak terselubung
Dengan langkah murung…
Dan engkaulah dukaku itu
Kesedihan dan kegagalan
Kebisuan dan kekecewaan
Mengungkung penyair yang bergulat habis-habisan
Karena puisi, Juwita.. ialah orang asing dinegeriku
Dibunuh kekosongan dan kehampaan.
Jiwaku gemetar ketika aku melihatmu
Aku merasa tiba-tiba seakan sebuah golok mengorek ke dalam darahku
Membersihkan hatiku, mulutku
Meniarapkan aku dengan kening kotor dan tangan meminta
Dalam lindap bayangan matamu yang jelita

Puisi-puisi cinta 5

Juwita,
Jika tiba-tiba kita bertemu
Jika mataku memandang matamu
Yang anggun, hijau, tenggelam dalam kabut dan hujan
Jika kebetulan pula kita bertemu lagi di jalan
(Dan bukankah hanya nasib kebetulan ini)
Maka akan kucium jalan itu, kucium dua kali (Muhammad Al Fayaturi)

Puisi-puisi cinta 6

Dialog
Jangan katakan bahwa cintaku
Sebentuk cincin atau gelang
Cintaku ialah pengepungan benteng lawan
Ialah orang-orang nekat dan pemberani
Sambil menyelidik mencari-cari, mereka menuju mati.

Jangan katakan bahwa cintaku
Ialah bulan,
Cintaku bunga api bersemburan. (‘Ali Ahmad Sa’id-Anonis)

Puisi-puisi cinta 5

“Hatiku telah mampu menerima aneka bentuk dan rupa, ia merupakan padang rumput bagi menjangan, biara bagi para rahib, kuil anjungan berhala, ka‘bah tempat orang bertawaf, batu tulis untuk Taurat, dan mushaf bagi al-Qur’an. Agamaku adalah agama cinta, yang senantiasa kuikuti kemana pun langkahnya; itulah agama dan keimananku”  (Ibn Arabi)

Puisi-puisi cinta 6

Nyanyian Sukma
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah laguyang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
(Dari Kahlil Gibran – ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

Puisi-puisi cinta 7

Apabila cinta tidak berhasil
…Bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh.. (Kahlil Gibran)

Puisi-puisi cinta 8

Cinta Sejati
Keangkuhan membuat kita buta..
Bahwa sejatinya cinta itu slalu ada..
Menjelma dari hati ke hati..
Dan membuai bagaikan gelembung di permukaan…

Cinta bagaikan tulang belulang..
Yang tersusun rapi di setiap jengkalnya…
Bersatu padu dari ujung ke ujung..
Dan tak mudah patah walau besi merajamnya..

Sangkakala yang tertiup di surga nyata..
Menyatakan hati yang tak berkesudahan..
Kata-kata cinta yang terucap melekat..
Dan merasuk jadi tubuh yang kuat…

Bayangkanlah cinta itu rapuh…
Ego dan dengki memisahkan ujungnya..
Bagai jembatan yang tiada tiang…
Dia kan roboh tak sisakan kenangan..

Tapi taulah jika kau menyelaminya…
Bahwa dasarnya cinta adalah sejati..
Kau kan saling memahami..
Kokohnya cinta setiamu yang kuatkannya…

Puisi-puisi cinta 9

♥~Syair cinta untuk kekasih~♥
Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim

kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku

ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku

 

Puisi-puisi cinta 10

sayangku,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa